Senin, 02 April 2012

Untung Rugi Memelihara Landak Mini

 

Catatan: Landak mini adalah hewan peliharaan yang unik dan lucu. Jika tidak, banyak orang tidak akan pernah memiliki begitu banyak landak mini dan jatuh cinta terhadapnya! Namun, seperti hewan peliharaan, mereka memiliki kelebihan dan kekurangan. Artikel ini berusaha untuk memastikan bahwa setiap pemilik landak mini memiliki kesempatan untuk melihat sisi negatif dari landak mini sebelum mereka membelinya, baik untuk kepentingan mereka sendiri maupun landaknya.

Kerugian No. 1 : Landak Mini adalah Makhluk Hidup

Oke, ini sangat jelas, tetapi orang yang tidak pernah memiliki binatang peliharaan sebelumnya tidak selalu berpikir tentang apa arti sesungguhnya. Landak mini adalah makhluk hidup yang menjadi tanggung jawab anda. Anda harus peduli  dan menyediakan kebutuhannya, bahkan jika anda sedang sakit, atau lelah, atau memiliki pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Jika anda membeli landak mini sebagai hadiah untuk anak, tanggung jawab perawatan masih ada pada anda. Sebagai orang dewasa, anda harus bersedia untuk memeriksa dan memastikan landak mini benar-benar diperhatikan. Jika tidak, anda perlu mengingatkan anak anda untuk merawat, atau mengambil alih perawatannya sendiri.
Apakah ada Keuntungannya?
Tentu saja ada! Landak mini adalah teman yang luar biasa. Mereka telah terbukti menurunkan tekanan darah dan stres, dan mereka bisa sangat santai untuk bermain-main. Jika anda mendapatkan landak mini sebagai hadiah untuk anak anda, hal itu bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk anda lakukan bersama-sama, serta membantu untuk mengajarkan anak anda tentang tanggung jawab dan kasih sayang.

Kerugian No. 2 : Landak Mini Memiliki Duri 

Ini juga sangat jelas, tetapi anda akan takjub melihat betapa banyak orang tidak berpikir tentang apa artinya. Sementara landak mini yang tenang dan dalam suasana hati yang baik akan menurunkan durinya sehingga sangat halus, dan bahkan landak mini yang sedang waspada tidak lebih buruk dari ujung sisir rambut. Mengambil landak mini yang defensif adalah sebuah tantangan yang menarik, dan mungkin sangat menyakitkan. Seekor landak mini peliharaan yang baik akan menggulung seperti bola dan membukanya kembali dalam waktu yang sangat singkat, tetapi jika anda harus mengobatinya, memotong kukunya, atau mengeluarkannya dari suatu tempat yang sulit dijangkau, anda akan berurusan serius dengan sifat menggulungnya (Gunakan sepasang sarung tangan untuk situasi tersebut). Seekor landak mini yang sehat hanya akan kehilangan satu hingga dua durinya, tetapi itu tidak selamanya membuat anda nyaman jika anda menemukan salah satu durinya menempel di karpet dengan kaki telanjang.
Apakah ada Keuntungannya? :
Ada beberapa keuntungan untuk memiliki hewan berduri. Salah satunya anda tidak perlu sikat untuk hewan peliharaan anda. Landak mini memiliki kebutuhan yang sedikit ketika merawatnya. Mandi sesekali dan memotong kuku adalah semua yang dibutuhkan untuk menjaganya tetap bersih, sehat, dan terlihat baik. Landak mini juga memiliki cara perlindungan terhadap hewan peliharaan lain atau anak-anak. Tapi ini tidak berarti anda bisa meninggalkan seekor landak mini dengan anak berusia lima tahun atau seekor anjing besar tanpa pengawasan.

Kerugian No. 3 : Landak mini tidak akan menyambut anda di pintu, atau merangkak ke pangkuan anda dan mendengkur.

Walaupun landak mini adalah hewan kecil yang sangat menarik dan cukup cerdas, mereka tidak akan menjadi jenis yang sama dengan hewan peliharaan seperti kucing atau anjing. Beberapa landak mini akan menjadi terbiasa bila dilatih. Kebanyakan dari mereka juga menunjukkan beberapa derajat kasih sayang kepada pemilik, seperti mengeluarkan kepala mereka dari tempat persembunyian ketika mereka mendengar suara anda. Namun, hal itu masih belum sama tingkatannya seperti anjing atau kucing dalam hal memeluk, loyalitas, atau kemampuan berlatih. Jadi mengharapkan seekor landak mini untuk melakukan hal yang sama dengan kucing atau anjing tidaklah realistis.
Apakah ada Keuntungannya? :
Landak mini adalah hewan peliharaan yang lembut, manis, dan karismatik. Mereka tidak menyita banyak waktu anda, maka cocok bagi orang-orang dengan jadwal yang sibuk. Mereka tinggal di kandang, jadi cenderung tidak membuat kerusakan saat anda sedang pergi. Ukuran mereka kecil dan sifatnya tenang, hal ini membuat mereka lebih mudah dalam beberapa situasi kandang.

Kerugian No. 4 : Landak mini tidak pergi ke kamar mandi atau menggunakan kotak khusus kotoran.

Pada kenyataannya, beberapa pemilik cukup beruntung memiliki landak mini yang menggunakan wilayah tertentu di kandang untuk membuang kotorannya, atau di dalam kotak khusus kotoran (litter box) yang ditempatkan di dalam kandang. Tapi pada umumnya landak mini akan membuang kotorannya tidak pada tempat yang sama, dan terkadang tempat makan mereka pun sering menjadi sasaran.
Apakah ada Keuntungannya? :
Jika anda membeli kandang yang baik, membersihkannya seminggu sekali, dan teratur mengganti alas kandang (serbuk kayu) maka kandang landak mini anda akan bersih dan tidak berbau sama sekali.

Kerugian No. 5 : Landak mini memiliki jadwal yang tidak teratur.

Jadwal landak mini yang paling sering digambarkan adalah malam hari (Nocturnal), tetapi tidak benar-benar akurat. Kebanyakan landak mini tampaknya terjaga dan aktif di bagian akhir malam, awal malam dan di pagi hari, tetapi hal ini bervariasi. Landak mini yang aktif pada malam hari akan makan dan bermain dengan sedikit berisik. Dan bila memiliki roda putar, mereka akan menikmatinya, atau menggigit-gigit botol minum sehingga dapat membuat anda sulit tidur.
Apakah ada Keuntungannya? :
Jika anda menghabiskan waktu di tempat kerja atau sekolah hingga sore hari, landak mini anda akan bangun dan siap untuk bermain ketika anda tiba di rumah dan mereka tidak akan frustrasi menunggu anda sepanjang hari. Landak mini juga sangat mudah beradaptasi. Jika anda menyediakan tempat/alat bermain, bahkan pada siang hari, landak mini akan bermain dengan alat itu.

Kerugian No. 6 : Landak mini bisa lebih menantang untuk dipelihara daripada hewan peliharaan lainnya.

Landak mini bukan hewan yang sering dipelihara dan ini membuat mereka menjadi hewan yang lebih sulit untuk dipelihara. Informasi tentang perawatan yang baik cukup sulit ditemukan, meskipun situs ini akan memberikan titik awal yang baik. Mencari dokter hewan bisa menjadi pencarian yang panjang dan tidak selalu berakhir dengan sukses, dan banyak dokter hewan bila dalam keadaan darurat menolak untuk memeriksa landak mini.
Apakah ada Keuntungannya? :
Landak mini adalah hewan peliharaan yang unik, walaupun mereka tidak cocok untuk setiap orang. Jika anda menyadari diri anda mencintai landak mini, maka diperlukan sedikit upaya ekstra agar landak benar-benar terawat. Informasi mungkin sulit ditemukan daripada info beberapa hewan peliharaan lainnya, tetapi sebenarnya ada di luar sana, ketika anda menemukan sebuah komunitas khusus tempat berkumpulnya orang-orang yang mencintai landak mini.

sumber: http://rumahlandak.com/untung-rugi-memelihara-landak-mini.html

Senin, 05 Maret 2012

Pantai Tanjung setia ,Lampung

Pantai Tanjung Setia (Lampung Barat), sudah terpatri bagi para wisatawan asing, Selain panoramanya alami pantai ini juga menyuguhkan ombak yang sangat menantang. Jangan heran jika pada bulan Juli hingga Oktober selalu dipadati turis asing untuk melakukan surfing, lantaran ombaknya mencapai tujuh meter. tanjung_setia
Deburan ombak di pantai Tanjung Setia yang berhadapan dengan Samudera Hindia, memang membuat gemas bagi para wisatawan yang datang khusus untuk berselancar. Selain ombaknya tinggi dan panjang, kondisi lautnyapun masih alami, belum tercemar bahkan udaranya sangat sejuk dengan kondisi alamnya yang damai, serta jauh dari kebisingan.
Pantai yang berada di sebuah teluk kecil ini, selain menjadi lokasi surfing bagi wisatawan mancanegara dari Australia, Amerika dan negara Eropa lainnya, juga dikenal sebagai tempat berwisata memancing yang kaya ikan laut mulai tuna hingga blue marlin. Juga sebagai tempat berkemah, apalagi ada cottage yang representatif bahkan alami lantaran bangunannya menyatu dengan alam.
Oleh karena itu, tidak berlebihan jika pantai yang berada Pekon Bumi Agung, Kecamatan Biha, sekitar 22 km dari Kota Krui dijuluki mutiara yang terpendam. Karena deburan ombaknya tidak kalah dengan pantai-pantai yang ada di Bali dan Nias. Selain itu, kondisi pasir pantai yang halus, putih bak mutiara serta kebersihan pantai masih terjaga.
Mungkin bagi turis lokal, nama Tanjung Setia memang masih agak asing. Maklum, objek wisata yang potensinya berkelas dunia itu belum banyak dipromosikan. Namun, bagi wisatawan asing, terutama yang hobi berselancar (surfing), Tanjung Setia merupakan tujuan baru yang sangat menantang untuk dicoba.
Menurut wisatawan asing yang datang, memang mereka datang khusus untuk merasakan gempuran ombak dan gelombang di pantai tersebut.
Umumnya mereka mengetahui keberadaan pantai tersebut dari internet atau dari blog-blog surfer yang pernah datang ke Tanjung Setia. Seperti Edu, wisatawan mancanegara asal Bask, Eropa, yang mengetahui Tanjung Setia dari temannya.
tanjung-setia Sebuah ombak besar menderu sambil memuncratkan buih putihnya. Edu bergegas menyambut ombak, mengayuh lalu berdiri di atas papan selancarnya dan kemudian meliuk-liuk menyusuri gelombang yang panjang. Sesekali ia bergerak naik keatas gelombang tersebut dan dengan cepat menukik. Edu mengulangi gerakan itu sampai ke ujung gelombang. Saat itu sekitar pukul 09.30, dan menurut Edu, mulai dari sekitar pukul 09.00 sampai 12.00 ombak di Tanjung Setia memang sedang besar- besarnya.

http://rudimarfai.blogspot.com/2010/05/pantai-tanjung-setia.html

Had lampung = aksara lampung

Aksara Lampung, yang juga disebut dengan Had Lampung adalah bentuk tulisan yang memiliki hubungan dengan aksara Pallawa dari India Selatan. Macam tulisannya fonetik berjenis suku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam Huruf Arab dengan menggunakan tanda tanda fathah di baris atas dan tanda-tanda kasrah di baris bawah tapi tidak menggunakan tanda dammah di baris depan melainkan menggunakan tanda di belakang, masing-masing tanda mempunyai nama tersendiri.Artinya Had Lampung dipengaruhi dua unsur yaitu Aksara Pallawa dan Huruf Arab.
aksara-lampung Had Lampung memiliki bentuk kekerabatan dengan aksara Rencong, Aksara Rejang Bengkulu dan Aksara Bugis. Had Lampung terdiri dari huruf induk, anak huruf, anak huruf ganda dan gugus konsonan, juga terdapat lambing, angka dan tanda baca. Had Lampung disebut dengan istilah KaGaNga ditulis dan dibaca dari kiri ke kanan dengan Huruf Induk berjumlah 20 buah.
Berdasarkan peta bahasa, Bahasa Lampung memiliki dua subdilek. Pertama, subdialek A (api) yang dipakai oleh ulun Melinting-Maringgai, Pesisir Rajabasa, Pesisir Teluk, Pesisir Semaka, Pesisir Krui, Belalau dan Ranau, Komering, dan Kayu Agung (yang beradat Lampung Peminggir/Saibatin), serta Way Kanan, Sungkai, dan Pubian (yang beradat Lampung Pepadun). Kedua, subdialek O (nyow) yang dipakai oleh ulun Abung dan Menggala/Tulangbawang (yang beradat Lampung Pepadun).

Anak huruf dan contoh kalimat menggunakan aksara lampung

Berikut adalah contoh tanda baca beserta kalimat dalam aksara lampung.

http://rudimarfai.blogspot.com/2011/03/anak-huruf-dan-contoh-kalimat.html

Sekala Brak = Sejarah awal suku lampung

Sejarah awal suku lampung

sejarah ulun lampung Asal usul ulun lampung atau orang Lampung adalah dari Sekala Brak yaitu sebuah Kerajaan yang letaknya di dataran Belalau, sebelah selatan Danau Ranau yang secara administratif kini berada di Kabupaten Lampung Barat. Dari dataran Sekala Brak inilah ulun Lampung menyebar ke setiap penjuru dengan mengikuti aliran Way atau sungai-sungai yaitu Way Komring, Way Kanan, Way Semangka, Way Seputih, Way Sekampung dan Way Tulang Bawang beserta anak sungainya, sampai meliputi dataran Lampung dan Palembang serta Pantai Banten. Sekala Brak memiliki makna yang dalam dan sangat penting bagi orang Lampung. Sekala Brak melambangkan peradaban, kebudayaan dan eksistensi Lampung itu sendiri. Bukti tentang kemasyuran kerajaan Sekala Brak didapat dari cerita turun temurun yang disebut warahan, warisan kebudayaan, adat istiadat, keahlian serta benda dan situs seperti tambo dan dalung seperti yang terdapat di Kenali, Batu Brak dan Sukau.
Kata "LAMPUNG" sendiri berawal dari kata Anjak Lambung yang berarti berasal dari ketinggian ini karena para puyang Bangsa Lampung pertama kali bermukim menempati dataran tinggi Sekala Brak di lereng Gunung Pesagi.
Dilereng Gunung Pesagi didapati situs seperti batu batu bekas Negeri atau Pekon kuno, tapak bekas kaki, pelataran peradilan dan tempat eksekusi, serta Prasasti yang terpahat pada batuan. Dari sebuah batu yang bertarikh 966 Caka yang terdapat di Bunuk Tenuar Liwa, ternyata telah ada suku bangsa yang beragama Hindu telah menjadi penghuni didataran Lampung. Didalam rimba rimba ditemukan parit parit dan jalan jalan bekas Zaman Hindu bahkan pada perkebunan tebu terdapat batu batu persegi dan diantaranya didapat batuan berukir yang merupakan puing candi.
Tafsiran para ahli purbakala seperti Groenevelt, L.C.Westernenk dan Hellfich didalam menghubungkan bukti bukti memiliki pendapat yang berbeda beda namun secara garis besar didapat benang merah kesamaan dan acuan yang tidak diragukan didalam menganalisa bahwa Sekala Brak merupakan cikal bakal bangsa Lampung.
Dalam catatan Kitab Tiongkok kuno yang disalin oleh Groenevelt kedalam bahasa Inggris bahwa antara tahun 454 dan 464 Masehi disebutkan kisah sebuah Kerajaan Kendali yang terletak diantara pulau
Jawa dan Kamboja. menurut catatan kitab, masyarakat Kendali ini mempunyai adat istiadat yang sama dengan bangsa Siam dan Kamboja.Baginda dari Kendali-Sapanalanlinda mengirimkan seorang utusan yang bernama Taruda ke negeri Tiongkok dengan membawa hadiah emas dan perak, utusan yang demikian dikirim berturut turut hingga abad ke enam. Menurut L.C. Westenenk nama Kendali ini dapat kita hubungkan dengan Kenali ibukota kecamatan Belalau sekarang. Nama Sapalananlinda itu menurut kupasan dari beberapa ahli sejarah, dikarenakan berhubung lidah bangsa Tiongkok tidak fasih melafaskan kata Sribaginda, ini berarti Sapanalanlinda bukanlah suatu nama.
Berdasarkan Warahan (cerita) dan Sejarah yang disusun didalam Tambo, dataran Sekala Brak tersebut pada awalnya dihuni oleh suku bangsa Tumi yang menganut faham animisme. Suku bangsa ini mengagungkan sebuah pohon yang bernama Belasa Kepampang atau Nangka bercabang karena pohonnya memiliki dua cabang besar, yang satunya nangka dan satunya lagi adalah sebukau yaitu sejenis kayu yang bergetah. Keistimewaan Belasa Kepampang ini bila terkena cabang kayu sebukau akan dapat menimbulkan penyakit koreng atau penyakit kulit lainnya, namun jika terkena getah cabang nangka penyakit tersebut dapat disembuhkan. Karena keanehan inilah maka Belasa Kepampang ini diagungkan oleh suku bangsa Tumi.
Diriwayatkan didalam Tambo empat orang Putera Raja Pagaruyung tiba di Sekala Brak untuk menyebarkan agama Islam. Fase ini merupakan bagian terpenting dari eksistensi masyarakat Lampung. Keempat Putera Raja ini masing masing adalah:
  1. Umpu Bejalan Di Way.
  2. Umpu Belunguh.
  3. Umpu Nyerupa.
  4. Umpu Pernong.
Umpu berasal dari kata Ampu seperti yang tertulis pada batu tulis di Pagaruyung yang bertarikh 1358 A.D. Ampu Tuan adalah sebutan Bagi anak Raja Raja Pagaruyung Minangkabau. Setibanya di Skala Brak keempat Umpu bertemu dengan seorang Muli (gadis) yang ikut menyertai para Umpu dia adalah Si Bulan. Di Sekala Brak keempat Umpu tersebut mendirikan suatu perserikatan yang dinamai Paksi Pak yang berarti Empat Serangkai atau Empat Sepakat. Setelah perserikatan ini cukup kuat maka suku bangsa Tumi dapat ditaklukkan dan sejak itu berkembanglah agama Islam di Sekala Brak. Sedangkan penduduk yang belum memeluk agama Islam melarikan diri ke Pesisir Krui lampung barat dan terus menyeberang ke pulau Jawa dan sebagian lagi ke daerah Palembang.
Dataran Sekala Brak yang telah dikuasai oleh keempat Umpu yang disertai Si Bulan, maka Sekala Brak kemudian diperintah oleh keempat Umpu dengan menggunakan nama PAKSI PAK SEKALA BRAK. Inilah cikal bakal Kerajaan Sekala Brak yang merupakan puyang orang lampung. Kerajaan Sekala Brak.mereka bagi menjadi empat Marga atau Kebuayan yaitu:

Umpu Bejalan Di Way

    memerintah daerah Kembahang dan Balik Bukit dengan Ibu Negeri Puncak, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Bejalan Di Way.

Umpu Belunguh

    memerintah daerah Belalau dengan Ibu Negerinya Kenali, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Belunguh.

Umpu Nyerupa

    memerintah daerah Sukau dengan Ibu Negeri Tapak Siring, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Nyerupa.

Umpu Pernong

    memerintah daerah Batu Brak dengan Ibu Negeri Hanibung, daerah ini disebut dengan Paksi Buay Pernong.
Sedangkan Si Bulan mendapatkan daerah Cenggiring namun kemudian Si Bulan berangkat dari Sekala Brak menuju kearah matahari hidup. Dan daerah pembagiannya digabungkan ke daerah Paksi Buay Pernong karena letaknya berdekatan.
Suku bangsa Tumi yang lari kedaerah Pesisir Krui menempati marga-marga Punggawa Lima yaitu Marga Pidada, Marga Bandar, Marga Laai dan Marga Way Sindi namun kemudian dapat ditaklukkan oleh Lemia Ralang Pantang yang datang dari daerah Danau Ranau dengan bantuan lima orang punggawa dari Paksi Pak Sekala Brak. Dari kelima orang punggawa inilah nama daerah ini disebut dengan Punggawa Lima karena kelima punggawa ini hidup menetap pada daerah yang telah ditaklukkannya.
Agar syiar agama Islam tidak mendapatkan hambatan maka pohon Belasa Kepampang itu akhirnya ditebang untuk kemudian dibuat PEPADUN.
Pepadun adalah singgasana yang hanya dapat digunakan atau diduduki pada saat penobatan SAIBATIN Raja Raja dari Paksi Pak Sekala Brak serta keturunan keturunannya.
Dengan ditebangnya pohon Belasa Kepampang ini merupakan pertanda jatuhnya kekuasaan suku bangsa Tumi sekaligus hilangnya faham
animisme di kerajaan Sekala Brak. Sekitar awal abad ke 9 Masehi para Saibatin Raja Raja di Sekala Brak menciptakan aksara dan angka tersendiri sebagai Aksara Lampung yang dikenal dengan Had Lampung. Ada dua makna didalam mengartikan kata Pepadun, yaitu:
  1. Dimaknakan sebagai PEPADUN
      yang maksudnya untuk memadukan pengesahan atau pengakuan untuk mentahbiskan bahwa yang duduk diatasnya adalah Raja.
  2. Dimaknakan sebagai PEPADUN
      yang berarti tempat mengadukan suatu hal ihwal. Maka jelaslah bahwa mereka yang duduk diatasnya adalah tempat orang mengadukan suatu hal atau yang berhak memberikan keputusan.
Ini jelas bahwa fungsi Pepadun hanya diperuntukkan bagi Raja Raja yang memerintah di Sekala Brak. Atas mufakat dari keempat Paksi maka Pepadun tersebut dipercayakan kepada seseorang yang bernama Benyata untuk menyimpan, serta ditunjuk sebagai bendahara Pekon Luas, Paksi Buay
Belunguh dan kepadanya diberikan gelar Raja secara turun temurun. Manakala salah seorang dari keempat Umpu dan keturunannya memerlukan Pepadun tersebut untuk menobatkan salah satu keturunannya maka Pepadun itu dapat diambil atau dipinjam yang setelah digunakan harus dikembalikan. Adanya bendahara yang dipercayakan kepada Benyata semata mata untuk menghindari perebutan atau perselisihan diantara keturunan keturunan Paksi Pak Sekala Brak dikemudian hari.
Pada Tahun 1939 terjadi perselisihan diantara keturunan Benyata memperebutkan keturunan yang tertua atau yang berhak menyimpan Pepadun. Maka atas keputusan kerapatan adat dengan persetujuan Paksi Pak Sekala Brak dan Keresidenan, Pepadun tersebut disimpan dirumah keturunan yang lurus dari Umpu Belunguh hingga sekarang. 
 
http://rudimarfai.blogspot.com/2011/04/sejarah-awal-suku-lampung.html

Awal perpindahan warga Negri Sekala Brak

Sekala Brak

Sebelumnya semua suku bangsa Lampung, baik yang berada di daerah Lampung, Palembang, dan Pantai Banten berpengakuan berasal dari Sekala Brak. Perpindahan Warga Negeri Sekala Brak ini bukannya sekaligus melainkan bertahap dari waktu ke waktu yang dipengaruhi oleh beberapa peristiwa penting didalam sejarah seperti:
  1. Ketika suku bangsa Tumi yang mendiami Sekala Brak terusir dan Skala Brak jatuh ketangan Paksi Pak Sekala Brak, hingga mereka menyebar kedaerah lain.
  2. Perselisihan dan silang sengketa dikalangan keluarga yang mengakibatkan satu pihak meninggalkan Sekala Brak untuk mencari penghidupan ditempat lain.
  3. Adanya bencana alam berupa gempa bumi yang memaksa sebagian Warga Negeri Sekala Brak untuk berpindah dan mencari penghidupan yang baru.
  4. Adanya hubungan yang erat antara Kesultanan Banten dan Kebuayan Belunguh - Kenali, dimana dengan sengaja ditinggalkan disepanjang jalan beberapa orang suami istri untuk meluaskan daerah dan memudahkan perjalanan pulang pergi ke Banten. Sehingga berabad kemudian ditempat itu berdiri Pekon Pekon bahkan banyak yang sudah menjadi Marga. Hubungan inilah yang merupakan asal dari Cikoneng Pak Pekon di Pantai Banten.
  5. Perpindahan juga terjadi disebabkan peraturan adat yang mengikat yang menetapkan semua hak-hak adat jatuh atau diwarisi oleh Putera Tertua, sehingga anak anak yang muda dipastikan tidak sepenuhnya memiliki hak apalagi kedudukan tertentu didalam adat. Dengan cara memilih untuk pindah kedaerah yang baru maka dapat dipastikan mereka memiliki kedudukan dan tingkatan didalam adat yang mereka bentuk sendiri ditempat yang baru.
  6. Perpindahan penduduk dari Sekala Brak ini sebagian mengikuti aliran Way Komring yang dikepalai oleh Pangeran Tongkok Podang, untuk seterusnya beranak pinak dan mendirikan Pekon atau Negeri. Kesatuan dari Pekon Pekon ini kemudian menjadi Marga Atau Buay yang diperintah oleh seorang Raja atau Saibatin didaerah Komering Palembang. Sebagian kelompok lagi pergi kearah Muara Dua, kemudian menuju keselatan menyusuri aliran Way Umpu hingga sampai di Bumi Agung. Kelompok ini terus berkembang dan kemudian dikenal dengan Lampung Daya atau Lampung Komring yang menempati daerah Marta Pura dan Muara Dua di Komering Ulu, serta daerah Kayu Agung dan Tanjung Raja atau Komering Ilir.
Kelompok yang lain yang dipimpin oleh Puyang Rakian dan Puyang Nayan Sakti menuju ke Pesisir Krui dan menempati Pesisir Krui mulai dari Bandar Agung di selatan pesisir hingga Pugung Tampak dan Pulau Pisang di utara. Kelompok yang dipimpin oleh Puyang Naga Berisang dan Ratu Piekulun Siba menyusuri Way Kanan menuju ke Pakuan Ratu, Blambangan Umpu dan Sungkai Bunga Mayang di barat laut Lampung untuk meneruskan jurai dan keturunannya hingga meliputi sebagian utara dataran Lampung. Adipati Raja Ngandum memimpin kelompok yang menuju ke Pesisir Selatan Lampung Mengikuti aliran Way Semangka hingga kehilirnnya di Kubang Brak. Dari Kubang Brak sebagian rombongan ini terus menuju kearah Kota Agung, Talang Padang, Way Lima hingga ke selatan Lampung di Teluk Betung, Kalianda dan Labuhan Maringgai. Daerah Pantai Banten yang merupakan daerah Cikoneng Pak Pekon adalah wilayah yang diberikan sebagai hadiah kepada Umpu Junjungan Sakti dari Kenali Buay Belunguh setelah menumpas kerusuhan yang diakibatkan oleh Si Buyuh.
Sebagian lagi yang dikepalai oleh Menang Pemuka yang bergelar Ratu Di Puncak menyusuri sepanjang Way Rarem, Way Tulang Bawang dan Way Sekampung. Menang Pemuka atau Ratu Di Puncak memiliki tiga orang istri, istri yang pertama. berputera Nunyai, dari istri kedua memiliki dua orang anak yaitu seorang putera yang diberi nama Unyi dan seorang puteri yang bernama Nuban, sedangkan dari istri ketiga yang berasal dari Minang kabau memiliki seorang putera yang bernama Bettan Subing. Jurai Ratu Di Puncak inilah yang menurunkan orang Abung dan Tulang Bawang.

http://rudimarfai.blogspot.com/2011/04/perpindahan-warga-negri-sekala-brak.html

Obyek wisata Danau ranau LAMPUNG


\
Danau Ranau terletak di Desa Lumbok, kecamatan Sukau kabupaten Lampung Barat,atau sekitar 31 kilo meter dari Kota Liwa. Di sekitar Danau Ranau yang memiliki luas sekitar 44 km² kita bisa menyaksikan hamparan biru Air danau dengan latar belakang gunung seminung yang menjulang tinggi yang di hiasi perbukitan hijau.

Menurut legenda yang ada, danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi itu kemudian menjadi sumber air utama yang mengisi cekungan tanah tersebut, sehingga lama-kelamaan lubang besar itu pun penuh dengan air. Kemudian di sekeliling danau baru itu mulai ditumbuhi berbagai tanaman, di antaranya tumbuhan semak yang oleh warga setempat disebut Ranau. Maka danau itu pun dinamakanlah Danau Ranau. Sisa gunung api itu kini menjadi Gunung Seminung yang berdiri kokoh di tepi danau berair jernih tersebut.
wisata-danau-ranau














Pada sisi lain di kaki gunung Seminung terdapat sumber air panas alam yang keluar dari dasar danau dan dapat digunakan para penduduk setempat ataupun para wisatawan yang datang ke pulau tersebut. Di sekitar danau ini juga dapat ditemui air terjun Subik yang tak kalah menarik untuk di nikmati. Tempat lain yang dapat dikunjungi adalah Pulau Marisa yang terletak tidak jauh dari air panas.


Selain dapat menikmati kehangatan air panas yang berada dikaki gunung seminung, para pengunjung yang membawa keluarga sering memilih alternatif lain seperti berperahu, memancing dan berpiknik bersama keluarga.

http://rudimarfai.blogspot.com/2011/08/obyek-wisata-danau-ranau.html